{"id":4408,"date":"2021-08-11T13:50:00","date_gmt":"2021-08-11T06:50:00","guid":{"rendered":"https:\/\/jalansunyi.id\/?p=4408"},"modified":"2021-12-19T17:49:43","modified_gmt":"2021-12-19T10:49:43","slug":"menulis-kota","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jalansunyi.id\/?p=4408","title":{"rendered":"Menulis Kota"},"content":{"rendered":"\n<p>Catatan saat mengikuti sesi &#8220;Menulis Kota&#8221; di Jacob Koffie Huis Depok tanggal 12 Mei 2018.<\/p>\n\n\n\n<p>Pembicara : Zen RS.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Seno Gumira Ajidarma banyak menulis tentang urban, tentang Jakarta.<\/li><li>Misbach Yusa Biran banyak menulis tentang kawasan Senen.<\/li><li>Ahmad Wahid menulis tentang Kebon Kacang.<\/li><li>Orang-Orang Bloomington karya Budi Darma.<\/li><li>Idrus menceritakan situasi trem dari Kota ke Harmoni dalam buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/jalansunyi.id\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Dari-Ave-Maria-ke-Jalan-Lain-ke-Roma.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"300\" height=\"402\" src=\"https:\/\/jalansunyi.id\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Dari-Ave-Maria-ke-Jalan-Lain-ke-Roma.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-5137\" srcset=\"https:\/\/jalansunyi.id\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Dari-Ave-Maria-ke-Jalan-Lain-ke-Roma.jpg 300w, https:\/\/jalansunyi.id\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Dari-Ave-Maria-ke-Jalan-Lain-ke-Roma-224x300.jpg 224w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Di negara lain : Pamuk dengan Istanbul, Kafka dengan Praha. Dostoevsky menulis tentang kota Saint Petersburg yang muram. &#8211;> menunjukkan perubahan yang terjadi atas sebuah kota.<\/li><li>Travel writing tidak harus dilakukan ketika pergi ke luar kota.<\/li><li>Menulis tidak harus dengan pikiran selalu fresh. Pram menulis tidak dalam kondisi fresh.<\/li><li>Setiap penulis punya penjaranya sendiri-sendiri. Kalau memang niat nulis, kita harus punya waktu untuk nulis. Selalu ada cara.<\/li><li>Sejarah tentang sebuah tempat jika tidak dituliskan maka akan hilang. Kita tidak harus menulis suatu tempat sejak sejarah awalnya.<\/li><li>Surat-surat Syahrir menjadi sumber primer tentang sejarah Digul dan Banda Neira.<\/li><li>Salah satu cara menghargai hidup kita adalah dengan menulis hidup kita untuk sejarah bagi anak cicit.<\/li><li>Hidup yang tidak direfleksikan tidak layak dijalani : Socrates.<\/li><li>Duka menjadi tertanggungkan dengan cerita : Hannah Arendt.<\/li><li>Ada buku yang hanya membahas\u00a0<a href=\"https:\/\/kineruku.com\/store\/jalan-miguel-v-s-naipaul\/\">Jalan Miguel<\/a>. Setiap bab bercerita tentang orang yang tinggal di Jalan Miguel. Tulisannya hidup karena mengawinkan manusia dan tempat. Karakter tokohnya akan muncul ketika merespon permasalahan.<\/li><li>Tulisan yang menceritakan kota bisa abadi karena bercerita tentang manusia dan tempatnya. Diberi detail juga supaya ada dokumentasi sosial tentang tempat itu.<\/li><li>Persepsi kita tentang suatu tempat perlu kita tuliskan, sebagai bahan latihan menulis.<\/li><li>Latihan-latihan kecil itu penting. Harus repetitif, misalnya latihan nulis yang ringkas dan efektif, latihan cara mengutip yang variatif, latihan menulis kalimat pembuka yang bagus.<\/li><li>Penulis yang baik harus peka, termasuk pada hal yang dianggap remeh. Kepekaan bisa dilatih dari hal-hal yang sepele.<\/li><li>Yang paling menarik adalah menghayati sebuah momen &#8211;> memberi maknanya.<\/li><li>Menulis kota bisa jadi latihan untuk menulis sastra atau novel.<\/li><li>Belajar gaya bahasa bisa dengan cara menulis ulang cerpen. Harus latihan berkali-kali.<\/li><li>Kekurangan kosakata bisa berakibat pada tidak selesainya tulisan.<\/li><li>Seorang penulis harus banyak membaca supaya punya banyak kosakata. Bahasa Indonesia punya hampir 500 ribu kata.<\/li><li>Yang berbahaya dari rendahnya minat baca adalah meningkatnya keinginan berkomentar.<\/li><li>Kita sering gagal menautkan peristiwa dengan mood kita saat memandang peristiwa tersebut. Terlalu fokus pada peristiwanya.<\/li><li>Biasakan catat ide-ide kita di hp atau di notebook, lalu bisa dikembangkan jadi outline tulisan.<\/li><li>Outline tulisan membantu untuk menstrukturkan pikiran yang ruwet.<\/li><li>Outline penting saat ada kilatan ide tapi belum sempat menyelesaikan tulisan.<\/li><\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Catatan saat mengikuti sesi &#8220;Menulis Kota&#8221; di Jacob Koffie Huis Depok tanggal 12 Mei 2018. Pembicara : Zen RS. Seno Gumira Ajidarma banyak&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":5135,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[42],"tags":[],"class_list":["post-4408","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-belajar-bahasa"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/jalansunyi.id\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/32387218_10155696675609385_8212528462716469248_n.jpeg","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jalansunyi.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4408","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jalansunyi.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jalansunyi.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jalansunyi.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jalansunyi.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4408"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/jalansunyi.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4408\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5140,"href":"https:\/\/jalansunyi.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4408\/revisions\/5140"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jalansunyi.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5135"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jalansunyi.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4408"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jalansunyi.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4408"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jalansunyi.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4408"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}