{"id":4487,"date":"2020-06-01T21:43:00","date_gmt":"2020-06-01T14:43:00","guid":{"rendered":"https:\/\/jalansunyi.id\/?p=4487"},"modified":"2021-12-19T21:12:53","modified_gmt":"2021-12-19T14:12:53","slug":"ziarah-lebaran-di-karet","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jalansunyi.id\/?p=4487","title":{"rendered":"Ziarah Lebaran di Karet"},"content":{"rendered":"\n<p>Walaupun di foto ini ada dua buku, tapi isinya hampir sama karena kumpulan cerpen Ziarah Lebaran adalah terbitan ulang dari kumpulan cerpen Lebaran di Karet, di Karet&#8230; Trus ngapain beli lagi kalau isinya hampir sama? Jadi begini, pas beli saya nggak ngecek daftar isinya karena telanjur\u00a0senang bisa nemu buku karya Pak Kayam. \ud83d\ude00<\/p>\n\n\n\n<p>Lebaran di Karet berisi 13 cerpen, sedangkan Ziarah Lebaran 12 cerpen. Dulu ketika pertama kali baca kumpulan cerpen Lebaran di Karet kesan saya adalah kisah-kisahnya ngenes dan relevan dengan keseharian. Kalau pakai istilah kekinian, Lebaran versi dark.<\/p>\n\n\n\n<p>Ada kisah tentang ART yang gagal mudik bersama anak-anaknya yang masih kecil karena bis selalu penuh, tentang rasa tidak nyaman ngumpul bersama keluarga besar saat Lebaran karena belum dikaruniai anak, tentang seorang lelaki pensiunan diplomat yang kesepian saat Lebaran karena istrinya sudah meninggal dan anak-anaknya tersebar di berbagai belahan dunia, atau kisah tentang perihnya diPHK menjelang Lebaran.<\/p>\n\n\n\n<p>Pak Kayam seolah menunjukkan bahwa di balik suka cita Lebaran ada juga perih bagi beberapa orang, maka berempatilah. Contoh cara termudah untuk berempati adalah tidak bertanya &#8220;Kapan?&#8221; atau memberi doa yang seolah memaksa untuk diaminkan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Walaupun di foto ini ada dua buku, tapi isinya hampir sama karena kumpulan cerpen Ziarah Lebaran adalah terbitan ulang dari kumpulan cerpen Lebaran&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":5233,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[40],"tags":[],"class_list":["post-4487","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-buku"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/jalansunyi.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/ziarah-lebaran.jpeg","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jalansunyi.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4487","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jalansunyi.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jalansunyi.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jalansunyi.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jalansunyi.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4487"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/jalansunyi.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4487\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5234,"href":"https:\/\/jalansunyi.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4487\/revisions\/5234"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jalansunyi.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5233"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jalansunyi.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4487"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jalansunyi.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4487"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jalansunyi.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4487"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}