Pada Adenium yang Berbunga Aku Pulang
Dari wajahmu aku tahu, kau bahagia
Menikmati hari tua.
Sederhana tak mengapa.
Bukankah bersyukur membuat kita selalu “kaya”?
Di sini, semakin sering kulihat tawamu.
Lepas, penuh penghayatan tentang makna hidup :
Bahwa kerasnya hidup itu soal biasa.
Hadapi semampu kita.
Tuhan tahu kita bisa.
Duduklah di sampingku
sore hari di akhir pekan, ketika aku pulang.
Kita pandang adenium yang berbunga dari teras mungil berkursi biru.
Ditemani teh nasgitel penghangat jiwa.
Ceritakan padaku
tentang Senin sampai Jumat yang kau lewati tanpa aku,
tentang kue-kue yang kau buat,
juga tentang adik-adikku.
Tahukah, di sampingmu aku damai.
Berdua mentertawakan baju-baju butut di almari,
juga menu makanan yang itu-itu saja.
Ibu, aku mengagumimu.
Tunggu aku Sabtu depan.
Kita pandang lagi adenium yang berbunga di halaman.
20 Januari 2007
Leave a Reply