Kopi
Kopi itu semacam baterai jiwa, bisa juga coping mechanism, untuk menghadapi hari.
Saat beberapa bulan lalu menjadi caregiver di ruang isolasi rumah sakit selama sekitar satu minggu, bela-belain bawa teko listrik, cangkir kayu, dan bubuk kopi demi bisa ngopi pada pagi hari.
Selesai sholat subuh keluar kamar, ngopi di selasar rumah sakit, menikmati sejumput waktu bagi diri sendiri sebelum segala keriuhan dan kenyataan mendatangi.
Mungkin itu jadi semacam sugesti: saya akan baik-baik saja selama ada kopi.
Leave a Reply