Tragedimu Komediku: Esai-Esai Eka Kurniawan

Esai-esai Eka Kurniawan membuat saya ketagihan. Enak dibaca, memberi banyak pengetahuan baru, dan sering satu frekuensi dengan apa yang saya pikirkan tapi tak bisa saya jelaskan.

Eka Kurniawan seperti bisa membaca beberapa isi kepala saya. Dia bisa menguraikannya dengan runtut dan mudah dimengerti. Tentang dukungan bagi mereka yang kalah, tentang mencoba menyerupai sesuatu sebagai bagian dari mekanisme bertahan (lalu teringat pada isomorfisme), atau tentang pengawasan pasca-Orwellian dalam balutan kata “hanya mengingatkan” di media sosial.

Meskipun kini daya tahan membaca saya hanya beberapa halaman, (lalu istirahat, lalu baca lagi, begitu terus), ada rasa bahagia saat membaca buku yang tak bisa digantikan oleh bacaan digital. Membaca buku yang sering diselingi ketiduran tetap menimbulkan kerinduan. Ia mengisi batere jiwa yang habis dalam berbagai pertemuan.

You Might Also Like

Leave a Reply