Margonda

Senja itu jalan Margonda menyala. Lampu-lampu kendaraan membelah kota, menuju rumah yang entah ada di Depok bagian mana. Walau sudah sekitar 10 tahun tinggal di Depok, pengetahuan saya tentang Depok sepertinya hanya tentang rute yang biasa saya lewati saat berangkat dan pulang kerja, atau tentang mall, toko, resto, bank, serta studio foto yang ada di jalan Margonda.

Kemarin siang ketika menempuh perjalanan dari Margonda ke rumah, terasa sekali perbedaan sebelum dan sesudah ada jalan tol. Dulu saya harus menembus kemacetan Margonda, belok kanan ke arah fly over lalu menuju Beji. Kini dari Margonda tinggal belok ke kiri lewat jalan Juanda, masuk tol Kukusan, lalu keluar di pintu tol dekat rumah. Daerah rumah saya yang dulu terasa jauh, bahkan tak masuk dalam wilayah pengantaran salah satu restoran pizza, kini jadi lebih mudah dijangkau dari pusat kota Depok di Margonda karena kehadiran jalan tol.

Meskipun kini akses dari rumah ke Margonda sudah lebih baik dengan waktu tempuh yang lebih cepat, belum tentu saya akan sering ke Margonda saat akhir pekan tiba. Margonda yang padat, Margonda yang riuh, Margonda yang menggoda isi dompet, dan Margonda yang menyala ketika senja bukanlah pilihan utama bagi badan dan jiwa yang Senin sampai Jumat terengah-engah mengikuti ritme Jakarta.

*Foto diambil tanggal 23 Januari 2023

You Might Also Like

Leave a Reply