Menggambar dengan Kalimat (dari FB AS Laksana)
Di akun FBnya, AS Laksana berbagi ilmu tentang menulis, salah satunya tentang menggambar dengan kalimat. Saya tuliskan ulang di sini untuk bahan saya belajar. Silakan membaca lebih lengkapnya di FB beliau. Terima kasih 🙂
***
Penulis adalah pelukis yang menciptakan gambar, adegan, pemandangan, suasana, dan sebagainya dengan kalimat.
Contoh:
Saya duduk di tepi sungai.
menjadi:
Saya duduk memeluk lutut di tanah lembap tepi sungai itu, memandangi airnya yang cokelat keruh, mengigil oleh arusnya yang gemuruh, seolah mendengar derap hantu-hantu, tersayat oleh ingatan tentang adik saya yang tahun lalu terpeleset ke sungai itu dan terseret arus, dan orang-orang menemukan jenazahnya sehari kemudian di muara.
atau:
Saya duduk memeluk lutut di tanah lembap tepi sungai itu, memandangi airnya yang cokelat keruh, tersayat oleh ingatan tentang adik saya yang tahun lalu terpeleset ke sungai itu. Kami bertengkar dua jam sebelumnya dan ia pergi dari rumah setelah mata kami bertatapan. Ia tidak pulang malam itu. Orang-orang menemukan jenazahnya sehari kemudian di muara.
atau:
Saya duduk memeluk lutut di tanah lembap tepi sungai itu, memandangi airnya yang cokelat keruh, menggigil oleh arusnya yang gemuruh, tersayat oleh ingatan tentang adik saya yang tahun lalu terpeleset ke sungai itu. Kami bertengkar dua jam sebelumnya; mulut kami saling menyerang dan mata kami saling menantang. Saya merasa ia ingin menghanguskan tubuh saya dengan sorot matanya. Ini sudah berlebihan. Saya melengos, berjalan ke pintu dan membukanya sambil berkata lirih: “Ada tempat yang lebih baik bagimu, dimana pun, tetapi bukan di rumah ini.” Ia pergi saat itu juga dan tidak pulang selamanya. Orang-orang menemukan jenazahnya mengapung di muara sehari kemudian.
Rahasia keindahan ada pada detail. Bagaimana detail mengungkapkan keindahan tulisan, itu tergantung pada seleksi anda terhadap detail dan bagaimana anda menyampaikannya.
Leave a Reply