Perempuan, Kesehatan Mental, dan Upaya untuk Bertahan
Podcast Coming Home with Leila Chudori membahas novel Kim-Je-Yeong, lahir tahun 1982, bersama Nova Riyanti Yusuf (Noriyu). Terhenyak ketika Mbak Leila bilang bahwa masyarakat kita menganggap yang bagus adalah yang tidak menunjukkan emosi, tidak ekspresif.
Dan bukankah memang demikian? To some extent, delivering message becomes very frustating. Trying so hard to deliver message without making other people get angry. Indeed, reality hurts. Ketika menyampaikan pendapat, justru mendapat penilaian “temperamental” dan “dalam menyampaikan pendapat agar mengedepankan kesantunan”.
Nyata memang bahwa begitu banyak persoalan yang dihadapi oleh perempuan. Bisa jadi menghadapi stigma adalah salah satu perjuangan terbesar.
Ancaman kesehatan mental itu nyata, apalagi ketika penyebabnya justru tanpa kita sadari begitu saja kita terima dalam kehidupan sehari-hari sebagai sebuah kewajaran karena berbalut kata “kodrat”, “norma”, atau “tuntutan masyarakat”.
Kita terbiasa dengan unconcious bias. Kita menganggap suatu hal sebagai kebaikan bagi orang lain, tapi kita tidak menanyakan kepada orang itu bagaimana pendapatnya. Kita menjadikan dia/mereka sebagai objek, bukan subjek.
Setiap orang berjuang untuk bertahan. Setiap orang punya cara untuk bertahan. Kontribusi yang bisa kita berikan adalah dengan menguatkan, atau paling tidak dengan menahan diri supaya tak menyakiti atau menambah beban.
Leave a Reply