Belajar Mensugesti Diri dengan Teh Nasgitel

Setiap membuat secangkir teh di kantor pada sebuah senja yang sepi, aku mensugesti diri bahwa itulah teh nasgitel. Teh yang panas, legi, dan kentel. Panas, manis, dan kental.

Dalam salah satu edisi Mangan Ora Mangan Kumpul karya Umar Kayam, dikisahkan betapa tersiksanya Pak Ageng saat tak boleh minum teh nasgitel lagi. Atas nama menjaga kesehatan supaya penyakit tidak kambuh.

Dan Umar Kayam, si kunang-kunang dari Manhattan itu, begitu fasih menceritakan duka lara Pak Ageng yang mesti menahan diri untuk tidak merasakan kenikmatan duniawi bernama teh nasgitel itu. Tapi dasar Pak Ageng, tetap saja hidup dibuat senang, berusaha menjalani hidup dengan nyaman walau teh yang mampir di lidahnya bukanlah nasgitel. Bibirnya tak henti berucap “wah enak tenaaaannn…teh nasgitel…teh panas…(ora) legi…(tur ora) kentel…” 😀

Pak Kayam, saya kangen. Kangen baca buku Anda. Kangen untuk bisa nyantai menjalani hidup.

You Might Also Like

Leave a Reply