Kota
“Cities were always like people, showing their varying personalities to the traveler. Depending on the city and on the traveler, there might begin a mutual love, or dislike, friendship, or enmity.” (Pesona Solo karya Anita Chairul Tanjung)
Kutipan itu terasa menyengat. Di antara kota-kota yang pernah saya datangi, ada kota yang membuat saya rindu untuk kembali, tapi ada juga kota yang tak bisa membuat saya betah menghabiskan hari.
Sebagai orang yang sering melakukan perjalanan, saya tahu saya harus membuka hati dan pikiran. Berupaya punya prasangka baik atas sebuah kota, selayaknya ketika saya berhubungan dengan seorang manusia. Bahwa kemudian saya merasa nyaman atau terluka, itu adalah pelajaran dari perjalanan yang harus saya terima.
– 26 Juli 2014 –
Leave a Reply