Kompas
Kata ibu saya, Kompas adalah salah satu alat yang dulu digunakan ibu saya untuk mengajari saya membaca. Kebetulan keluarga saya memang sejak dulu berlangganan Kompas. Eyang Kakung saya juga pembaca Kompas. Ketika main ke rumah Eyang, saya senang menghabiskan waktu di salah satu sudut pendopo tempat Eyang menyimpan majalah dan koran. Saya bisa berjam-jam mojok di situ. Menikmati bermacam bacaan dalam kesendirian, atau sekadar mengisi TTS Kompas yang tingkat kesulitannya sering bikin sebal.
Beranjak dewasa, baca Kompas mulai terasa nikmat walaupun harus beli pakai uang sendiri. Meskipun sering terlewat baca Kompas Senin sampai Sabtu karena keterbatasan anggaran, Kompas Minggu adalah edisi yang harus diperjuangkan. Rasanya sungguh tak rela saat bangun kesiangan lalu ternyata sudah kehabisan koran.
Kini saya memang lebih sering baca Kompas versi digital, tapi itu tak membuat saya lupa nikmatnya memegang kertas koran atau romantisnya bunyi kresek-kresek yang dihasilkan kertas koran. Zaman memang berganti dan teknologi seperti mengajak kita terus berlari, tapi saya percaya Kompas tetap bisa dinikmati lintas generasi.Selamat ulang tahun, Kompas.
Terima kasih telah menjadi teman yang menyenangkan dan memberi inspirasi.
Leave a Reply