Traveler

Besok, satu perjalanan akan kembali saya jalani pasca sakit punggung dan ulu hati yang baru saja saya alami. Ingatan pada sakit itu membuat saya lebih cermat memilih apa saja yang perlu saya masukkan ke dalam tas ransel kesayangan saya. Laptop tak lagi akan ada di sana. Sekarang hanya ada baju dan kamera di dalamnya. Biarlah laptop saya jinjing dengan tas lainnya. Sebenarnya, pikiran saya bilang mungkin inilah waktunya punya alasan yang tepat untuk beli HP Mini atau Acer Aspire One nan kecil dan enteng itu…hehehe…
Sejak bekerja di kantor ini, banyak sudah perjalanan yang saya lakukan. Aktivitas berkemas, mengejar waktu ke bandara, dan bongkar muat bawaan menjadi mulai terbiasa untuk dilakukan. Menyenangkan, sekaligus menimbulkan kombinasi perasaan yang aneh. Apalagi tiap duduk di kursi bandara, menunggu pesawat yang akan membawa saya terbang ke suatu tempat. Pada momen seperti itu, saya merasa seperti Michael Buble yang tengah bersenandung lagu “Home”…
Perjalanan yang sering saya lakukan bukanlah jenis perjalanan wisata, walaupun majalah National Geographic Traveler kerap menemani perjalanan-perjalanan saya. Semua atas nama pekerjaan, atas nama pengabdian. Kadang, lelah itu muncul dengan hebatnya. Jika sudah seperti itu, salah satu cara untuk menghibur diri sendiri adalah dengan memotret tempat-tempat yang saya datangi. Menganggap bahwa itu adalah sebuah perjalanan liburan yang membahagiakan hati.
Dan memang, saya bahagia. Bertemu orang-orang baru. Bertemu cerita-cerita baru. Bertemu tempat-tempat baru. Semua membuat saya makin menyadari, betapa saya mencintai negara ini…
Leave a Reply