Hasjim Djalal

Semalam, dalam perjalanan dari Jakarta menuju Denpasar yang terasa lama karena adanya keterlambatan pemberangkatan, saya membaca tulisan di koran tentang Hasjim Djalal, ahli hukum laut internasional. Tulisan itu mengulas sebuah buku yang baru diterbitkan tentang Hasjim Djalal, sekaligus semacam peringatan ulang tahun ke 80 yang jatuh pada tanggal 25 Februari.

Tiap mendengar nama Hasjim Djalal, saya selalu ingat pada Pak Andi Arsana, dosen geodesi UGM yang juga punya ketertarikan pada hukum laut internasional. Dulu Pak Andi pernah bercerita tentang Pak Hasjim Djalal lewat tulisan di blognya. Beberapa tahun lalu, saat tak sengaja saya berjumpa Pak Hasjim Djalal dalam sebuah rapat, saya memberanikan diri menyapa beliau. Saya lupa kami ngobrol apa, tapi saya ingat obrolan kami tiba-tiba mengarah pada Pak Andi Arsana, dan Pak Hasjim berkata dengan yakin bahwa “Andi itu salah satu aset bangsa ini.” 

Membaca tulisan tentang Pak Hasjim Djalal membuat saya makin kagum pada orang-orang yang walaupun sudah sepuh tapi masih tetap berkarya dengan ceria, dengan bahagia. Pak Sapardi Djoko Damono juga tipe seperti ini. Pak Sapardi masih rajin bangun dini hari untuk menulis dengan disiplin, dan hasilnya adalah buku dan artikel yang mengalir tanpa henti. Beberapa bulan lalu saat kami berjumpa di Salihara, beliau bahkan bercerita sedang menulis buku tentang demokrasi, padahal saya tahu beliau sibuk sekali. Selain mengajar di IKJ dan UI, beliau juga mengajar di UNDIP, belum lagi jadi pembicara di berbagai acara sastra.

-22 April 2014, tulisan singkat menjelang rapat-

You Might Also Like

Leave a Reply