Rindu Anom Suroto
Belum genap jam sembilan malam tapi suasana di sekitar rumah sudah sepi. Sesekali memang ada suara motor melintas, tapi selebihnya adalah hening. Gerimis yang turun sejak sore tadi menimbulkan hawa dingin yang menggoda untuk disandingkan dengan selimut dan teh nasgitel.
Di rumah kami, kenikmatan semacam itu masih ditambah dengan siaran wayang kulit dari radio, dengan dalang yang suaranya telah saya kenal sejak kecil. Anom Suroto. Dulu, Papa sering membangunkan saya tengah malam hanya untuk mendengarkan bagian goro-goro. Malam ini, kerinduan saya pada Pak Anom Suroto akhirnya terobati. Tapi ternyata, ada rindu lain yang muncul tanpa permisi.
-Solo, 6 Sept 2010-
Leave a Reply