Taman Nasional Gunung Halimun Salak
Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) adalah perpaduan keindahan kebun teh dan hutan hujan tropis yang eksotis. Kami datang ke sana pada akhir Desember 2009 setelah membaca NG Traveler edisi 55 Pendakian Terindah.
Berhubung penginapan di Cikaniki telah penuh, kami bermalam di desa Citalahab. Desa ini hampir semua rumah penduduknya adalah homestay yang menyediakan tempat menginap dan makanan bagi wisatawan yang datang. Tentu saja makanannya adalah yang tidak sulit disiapkan, seperti nasi, mie, dan telur dadar. Mayoritas penduduk desa Citalahab bekerja sebagai pemetik teh. Mereka memetik teh sejak subuh hingga siang menjelang sore. Walaupun hujan, mereka akan tetap memetik teh karena hal ini ada kaitannya dengan berat daun teh yang mereka petik. Daun-daun teh yang dipetik akan ditimbang sebelum dibawa ke pabrik. Setiap kilonya dihargai Rp 500,00. Seorang pemetik teh rata-rata bisa memetik 50 kg daun teh dalam sehari.
Selain wisata kebun teh, kami juga menjelajah hutan di dalam TNGHS ditemani pemandu resmi dari TNGHS, yang juga penduduk desa Citalahab. Sangat disarankan untuk menggunakan jasa para pemandu ini mengingat pernah ada beberapa wisatawan yang tersesat di dalam hutan karena tidak menggunakan pemandu. Salah satu tempat yang kami datangi adalah Canopy Trail. Sayang sekali Canopy Trail tersebut ternyata tidak dapat digunakan karena sedang dalam masa perbaikan. Berdasarkan surat pengumuman yang kami baca di Cikaniki, Canopy Trail ditutup sejak Januari 2009.
Untuk Anda yang tertarik berlibur, TNGHS bisa dijadikan pilihan. Tapi jangan kaget, jalan menuju dan keluar dari TNGHS tak bisa dibilang mulus. Siapkan badan Anda untuk terguncang sepanjang perjalanan. Tapi tenang saja, kepuasan yang dirasakan tetap sebanding dengan perjuangannya. Bahkan, jika beruntung, Anda bisa melihat Elang Jawa terbang mengepakkan sayapnya di langit 🙂

Leave a Reply