Les Piano #2

13.10.2013

Les piano pertemuan kedua diawali dengan cek PR minggu sebelumnya. Ini nih mekanisme untuk tahu latihan atau tidak selama seminggu. Kalau PR lancar, berarti latihan. Kalau nggak lancar, berarti kurang rajin latihan 🙂

Setelah sesi pengecekan PR, guru saya memberikan 3 pelajaran. Pelajaran pertama adalah fingering. Yak, lagi-lagi fingering dan fingering. Kali ini not yang digunakan untuk latihan adalah sol-mi-fa-re. Not sol ditekan bersama do, lalu sol dan do ditahan/dipencet terus selama not yang lain dimainkan. Mainkan dengan kedua tangan berulang-ulang.

Pelajaran kedua adalah memainkan broken chord, yaitu chord yang tiga nadanya tidak dimainkan berbarengan, tapi berurutan. Contohnya utk C mayor, pencet berurutan not 1-3-5, 3-5-1, 5-1-3 dengan nada yang makin naik, lalu turun lagi. Seperti biasanya, ada aturan tentang jari yang boleh digunakan untuk memencet tuts. Akibatnya saya mulai sering bertanya hal-hal semacam “Kenapa not yg ini harus pakai jari telunjuk? Kenapa nggak pakai jari tengah?”. Harap maklum, ini bagian yang paling memusingkan :p

Sekitar 15 menit sebelum les berakhir, guru saya mengeluarkan satu buku kumpulan partitur dari dalam tasnya. “Sepertinya ini lagu-lagu jamannya Mbak deh. Saya nggak ada yang kenal lagunya, kecuali soundtracknya Aladdin,” katanya saat menyodorkan buku itu ke saya. Daftar lagu di bagian depan buku itu memang menunjukkan lagu-lagu lama semacam We Are the Champion, Careless Whisper, dan Aubrey. Tiba-tiba saya sadar bahwa saya memang sudah tua 🙂

Saya lalu memilih lagu Aubrey untuk saya pelajari. Guru saya kemudian mengajari cara memainkan melodinya menggunakan tangan kanan. Inilah pelajaran ketiga yang saya terima. Pertemuan ini lalu ditutup dengan pemberian PR untuk minggu berikutnya, yaitu praktek pelajaran pertama hingga ketiga yang didapat dalam pertemuan kedua.

You Might Also Like

Leave a Reply