Mengejar Senja di UQ

Jumat 5 Juli 2019. Jadwal short course yang padat sampai sore membuat saya terburu-buru ke University of Queensland. Saya ingin ke UQ. Saya harus ke UQ. Tak ada waktu lagi karena esoknya jadwal padat merayap dan semua peserta short course harus bergerak meninggalkan Brisbane.

Walaupun di Brisbane aman, tapi saat itu ya tetap takut juga naik bis sendirian menjelang malam. Saya memang ingin ke UQ walau sebentar. Alhamdulillah di ponsel muncul kalimat “Call me if you need a hand“.

Langit sudah gelap saat saya tiba di UQ. Saya berjalan sebentar di dekat danau, meresapi heningnya suasana, sambil menyampaikan laporan pandangan mata ke Jakarta.

Tunai sudah misi utama saya.

Pulang dari UQ turun di halte kampus QUT, jalan kaki lumayan jauh, lalu mampir di salah satu cafe dekat hotel. Cappucino malam itu adalah perayaan kecil yang menghangatkan jiwa. Saya menyukurinya.

You Might Also Like

Leave a Reply