No Regrets

Ketika kemarin mendengar berita berpulangnya Pak Wimar Witoelar, saya ingat buku No Regrets yang berisi kisah-kisah Pak Wimar ketika jadi Jubir Presiden Gus Dur. Kemarin ketika mengambil buku ini dari rak, ternyata ada banyak tiket KRL terselip di dalamnya. Kebiasaan saya waktu itu memang menjadikan tiket KRL sebagai pembatas buku yang saya baca di KRL saat menuju ke atau pulang dari kantor.

Hal lain yang saya ingat dari Pak Wimar adalah tulisan di Kompas tentang rumah Pak Wimar. Kalau tidak salah itu edisi pertama Aku dan Rumahku yang muncul di Kompas Minggu. Kalau tidak salah ada dua kata yang muncul di tulisan itu. “Sanctuary” dan “wishful thinking”. Tapi entahlah, mungkin ingatan saya yang salah. Yang jelas gara-gara edisi pertama itu saya jadi menunggu-nunggu Aku dan Rumahku setiap hari Minggu.

Terima kasih atas semua pelajaran yang diberikan, Pak Wimar. Selamat jalan. Semoga mendapat tempat terbaik di sisiNya. Aamiin.

You Might Also Like

Leave a Reply