Pada Sebuah Beranda

Pengarang  : Bondan Winarno
Tebal: 227 hlm
Terbit: Cetakan Pertama, April 2005
Penerbit: Jalansutra

Tak sengaja menemukan buku ini di Kopi Tiam Oey jalan Sabang pada hari Kamis, 12 Mei 2011. Buku ini dipajang di dekat meja kasir, disediakan untuk dibaca para pengunjung. Lalu saya bertanya, apakah bisa beli buku tersebut? Kasir tersenyum, lalu mengulurkan buku yang sama dalam kondisi masih tersegel plastik. Akhirnya saya punya buku ini ! :)

Setelah membaca 25 cerpen dalam buku ini, saya sepakat dengan apa yang dikatakan Goenawan Mohamad di sampul belakang buku ini, bahwa cerita-cerita Bondan Winarno memikat karena kecakapan bertuturnya dari awal sampai akhir.

Bagi saya, hal itu khususnya sangat terasa pada cerpen Pada Sebuah Beranda. Cerpen ini pertama kali saya baca dalam kumpulan cerpen Kompas “Riwayat Negeri yang Haru”. Sejak membeli buku itu, entah sudah berapa kali cerpen Pada Sebuah Beranda saya baca. Saya terhanyut pada kisah tentang beranda, Dia, bougainville tujuh warna, hati yang kestabilan mantapnya sudah tercapai, dan the act of God.

You Might Also Like

Leave a Reply